Showing posts with label parapat. Show all posts
Showing posts with label parapat. Show all posts

Tuesday, November 18, 2025

Dua Puluh Destinasi di Sekitar Parapat-Ajibata Danau Toba

  NINNA.ID —Pernahkah kamu merasa ada suara magis dari Danau Toba yang memanggilmu untuk singgah lebih lama? Di Parapat dan Ajibata, dua kota kecil yang nyaris menyatu tapi tetap punya jiwa masing-masing, kamu akan menemukan lebih dari sekadar pemandangan indah. Keduanya adalah gerbang menuju petualangan, budaya, dan kenangan yang tak mudah terlupakan.

Meski hanya dipisahkan oleh ruas jalan, Parapat yang berada di Kabupaten Simalungun dan Ajibata di Kabupaten Toba menyimpan kekayaan destinasi yang berlimpah.

Parapat menawarkan deretan hotel dari yang sederhana hingga mewah, berdiri anggun di tepi Danau Toba dan puncak bukit, dengan panorama yang siap memanjakan mata dan hati.

Sedangkan Ajibata dengan sentuhan alamnya yang asri dan destinasi baru yang terus bermunculan, memberikan nuansa petualangan yang berbeda tapi sama-sama memikat.

Berikut ini 20 destinasi berjarak sekitar 15-20 km dari Kota Parapat atau Ajibata yang wajib kamu kunjungi. Destinasi ini siap membuat liburanmu bukan sekadar perjalanan, tapi pengalaman penuh cerita.

  1. Kampung Warna-Warni Parapat

Melewati kampung ini seperti masuk ke lukisan hidup, dengan rumah-rumah bercat warna cerah yang memancarkan keceriaan dan kebersamaan warga. Tempat ini bukan cuma Instagramable, tapi juga wadah kebanggaan lokal yang sudah menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia.

[caption id="attachment_497" align="alignnone" width="720"]Kampung Tiga Rihit 
Cahaya lampu dari kampung warna warni Tiga Rihit yang dipantulkan permukaan Danau Toba terlihat seperli lukisan alam. (Foto/Ferindra)[/caption]
  1. Pasanggrahan Presiden Soekarno

Jejak sejarah mengalir di bangunan anggun ini. Di tepi Danau Toba, tempat ini menyimpan kisah masa pengasingan Bung Karno, membuat setiap sudutnya terasa penuh makna dan aura perjuangan yang menyentuh jiwa.

[caption id="attachment_28850" align="alignnone" width="1920"]Pasanggrahan Presiden Soekarno
Pasanggrahan Presiden Soekarno (foto: istimewa)[/caption]
  1. Bukit Senyum

Namanya sudah membawa kebahagiaan. Dari sini, Danau Toba dan Pulau Samosir tersaji dalam panorama menawan, tempat sempurna untuk healing dan selfie sambil menikmati udara segar.

[caption id="attachment_35759" align="alignnone" width="1000"]BUKIT SENYUM DESA MOTUNG 
Bukit Senyum yang terletak di Desa Motung Kabupaten Toba (foto: istimewa)[/caption]
  1. The Kaldera Nomadic Escape

Spot foto kekinian dengan Jokowi’s Point yang legendaris. Nikmati pengalaman glamping dengan latar Danau Toba yang memesona—tempat di mana alam dan kenyamanan berpadu.

[caption id="attachment_32534" align="alignnone" width="1268"]KALDERA Beberapa jenis wisata yang direkomendasi kepada peserta PON XXI antara lain: menjelajahi keindahan destinasi wisata yang ada di Kawasan Danau Toba seperti: Kaldera di Sibisa (foto: BPODT)[/caption]
  1. Taman Eden 100

Dari hutan lebat, air terjun memukau, hingga jalur trekking seru, tempat ini adalah surganya pencinta alam. Belajar sekaligus menyatu dengan Geopark Kaldera Toba di sini sangat menyegarkan.

[caption id="attachment_3918" align="alignnone" width="600"]Air Terjun Tongguran Air Terjun Tongguran di Taman Eden.(foto:asmon)[/caption]
  1. Kampung Girsang

Tak jauh dari Parapat, Kampung Girsang menanti dengan segala kehangatan budaya Batak. Rumah adat tua, panorama sawah terasering, dan spot-spot memukau seperti Bukit Sirikki, Bukit Simumbang—semuanya memanjakan mata.

Budaya gotong royong tetap hidup di sini, menjadikan Girsang lebih dari sekadar destinasi wisata. Ini adalah pengalaman autentik yang membuatmu merasa seperti pulang ke rumah.

[caption id="attachment_35461" align="alignnone" width="2000"]KAMPUNG GIRSANG 
Kampung Girsang yang memiliki banyak daya tarik. (foto: Damayanti)[/caption]
  1. Taman Kera Sibaganding

Wahana seru untuk keluarga dengan penghuni primata lucu seperti si Siamang. Kamu bisa berinteraksi langsung dan belajar dari pawangnya yang ramah.

[caption id="attachment_26644" align="alignnone" width="2560"]Tour Guide Para peserta Fam Trip Simalungun bercengkerama dengan Nelly (foto: Damayanti)[/caption]
  1. Pantai Bebas

Pantai bebas merupakan ruang terbuka publik yang disiapkan pemerintah agar masyarakat dapat menikmati fasilitas yang ada.

Pantai bebas direnovasi pada 2019 dan diresmikan oleh Jokowi pada Februari 2022.

[caption id="attachment_5062" align="alignnone" width="600"]Sisi Danau Toba Areal parkir dan taman Pantai Bebas Kota Parapat.(foto:damayanti)[/caption]

Di pantai bebas ini, plang “I love Danau Toba-Simalungun” yang sudah ada sebelumnya, diubah menjadi lebih menarik. Tulisan dengan huruf kapital dicat warna silver.

Ada juga tangga khusus yang hanya dapat dilalui maksimal 6 orang. Dari tangga ini kita dapat berfoto selfie dengan latar belakang pemandangan Danau Toba.

Ada taman-taman yang berisi bunga-bunga ditata dengan rapi. Bagi anak muda yang suka olah raga ekstrim, telah disediakan area skateboard.

Ada wahana bermain, sejumlah bangku, toilet, dan pondok untuk berisitirahat. Lintasan menuju areal parkir juga sangat mulus.

  1. River Side Juma Bulu Sijambur

Destinasi baru dengan panorama sawah dan sungai jernih, sempurna untuk slow travel, yoga, dan photoshoot. Suasana tenang yang membuat siapa saja betah.

[caption id="attachment_35580" align="alignnone" width="2048"]RIVER SIDE JUMA BULU 
Suasana di River Side Juma Bulu (Foto ©Damayanti)[/caption]
  1. Bukit Pass Desa Bangun Dolok

Camping dan sunrise di sini jadi pengalaman luar biasa. Dari puncak bukit, satu pertiga Danau Toba terbentang luas, bikin momen pagi makin magis.

[caption id="attachment_35762" align="alignnone" width="1280"]BUKIT PASS BANGUN DOLOK 
Bukit PASS Bangun Dolok (foto: istimewa)[/caption]
  1. Replika Ikan Mas di Sipolha

Gerbang masuk berbentuk mulut ikan raksasa mengajakmu masuk ke dunia legenda Danau Toba. Eduwisata menarik yang menggabungkan mitos dan pemandangan.

[caption id="attachment_32023" align="alignnone" width="1280"]Replika Ikan Mas Replika Ikan Mas di Desa Sipolha kini terlihat lebih menarik setelah direnovasi (foto: Damayanti)[/caption]
  1. Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba

Pusat edukasi geologi, hayati, dan budaya yang membuka mata tentang keunikan Kaldera Toba. Tempat wajib singgah untuk menambah wawasan wisatawan.

[caption id="attachment_35760" align="alignnone" width="1024"]PUSAT INFORMASI GEOPARK DI PARAPAT Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba di kompleks panggung terbuka, Parapat, Simalungun. (foto: istimewa)[/caption]
  1. Batu Gantung

Simbol janji dan kesetiaan dari kisah tragis Seruni, Batu Gantung membawa nuansa emosional dan budaya Batak yang dalam, sekaligus menjadi spot refleksi jiwa.

[caption id="attachment_4700" align="alignnone" width="600"]Batu Gantung Objek Batu Gantung terlihat menggantung di tebing jurang.(foto"asmon)[/caption]
  1. Air Terjun Bukit Gibeon

Kolam renang alami dengan air pegunungan yang dingin menyegarkan. Suasana alam Kaldera Toba bikin pengunjung betah berlama-lama.

[caption id="attachment_2681" align="alignnone" width="601"]Bukit Gibeon 1 Air terjun menjadi sumber air ke kolam di Pemandian Bukit Gibeon.(Foto:asmon)[/caption]
  1. Bukit Sipolha dan Pulau Hole

Spot trekking dengan pemandangan Danau Toba dan pulau mungil di tengah danau. Tempat ini mengajarkan kita menjaga alam sembari menikmati keindahannya.

[caption id="attachment_3456" align="alignnone" width="1000"]Singgahi 5 surga Bukit Sipolha Bukit Sipolha.(Foto:ist)[/caption]
  1. Air Terjun Situmurun

Air terjun magis yang langsung mengalir ke Danau Toba, menawarkan kesegaran dan pemandangan dramatis yang sulit dilupakan.

[caption id="attachment_2452" align="alignnone" width="653"]Air Terjun Situmurun 1 Air Terjun Situmurun di Desa Hatinggian Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba, dari tangkapan drone.(Foto:drone)[/caption]

17Ekowisata KHDTK Aek Nauli,di Simalungun

Inilah destinasi wisata alam yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajarkan kita pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Di sini, kamu bisa bertemu rusa, bermain bersama gajah di hari tertentu, atau sekadar menikmati udara segar di camping ground. Ada rute pendakian yang menantang dan pondok-pondok istirahat untuk melepas lelah.

Taman rusa dan konservasi gajah di KHDTK Aek Nauli begitu memikat, mudah ditemukan di pinggir Jalan Raya Parapat Sibaganding, sebelum melewati Panatapan Parapat. Di sisi kiri jalan (jika datang dari Medan) terpampang tulisan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), sementara di sisi kanan ada tulisan KHDTK Aek Nauli.

[caption id="attachment_5316" align="alignnone" width="2560"]Aek Nauli Sisi kanan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Aek Nauli jika datang dari Pematangsiantar.(foto:damayanti)[/caption]

Setiap sudut di Aek Nauli menyimpan keindahan alami yang wajib dijaga. Jangan lupa, jika ingin melihat gajah atau berkemah, pastikan kamu mengurus izin dan retribusi yang telah ditentukan.

Jadi, sebelum kamu mengagumi keindahan Danau Toba, sempatkan dulu bertualang di KHDTK Aek Nauli. Yuk, nikmati pesona alamnya dan jangan lupa jaga kebersihan agar keindahannya tetap lestari hingga generasi mendatang!

18. Binanga Cafe

Binanga Cafe di Toba menghadirkan pengalaman unik menikmati kuliner di tengah aliran sungai, tanpa dekorasi modern seperti plafon, bar, atau lukisan abstrak. Lantainya berupa batu alam pipih yang nyaman dipijak karena bebas lumut. Terletak di Lumbanrang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, cafe ini dapat ditemukan saat melintasi jembatan Lumbanrang, sekitar 300 meter dari Simpang Taman Eden 100.

Dikelola oleh Marandus Sirait dan Ranap Manurung, Binanga Cafe dibuka pada 5 Juni 2021. Menu andalannya adalah beragam olahan ikan khas Batak seperti arsik, ikan bakar, naniura, hingga ikan jumbo seberat 5 kg. Tersedia juga madu asli dengan honeycomb. Sensasi bersantap di sungai, sambil menikmati ikan yang berenang dan kaki yang digelitik air, menambah pengalaman tak terlupakan.

[caption id="attachment_1423" align="alignnone" width="559"]Binanga Cafe Binanga Cafe di Lumbanrang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba.(Foto:istimewa)[/caption]

Setelah makan, pengunjung bisa bersantai di hammock sambil menikmati suasana alam yang asri. Bagi wisatawan yang mengunjungi Kaldera Toba, Binanga Cafe menjadi destinasi wajib, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi.

19.Batu Lihi Star Simalungun

Menjelajahi jalur sejuta pesona Parapat – Medan via Simarjarunjung dan Saribu Dolok selalu membuat traveler sulit beranjak cepat, karena pemandangan alamnya yang memikat. Salah satu magnet utama di sepanjang jalur ini adalah Batu Lihi Star, destinasi yang menawarkan panorama Danau Toba, Pulau Samosir, dan Bukit Senyum dari ketinggian.

Tepat di Batu Lihi Star, pengunjung bisa menyaksikan hamparan keramba jaring apung yang tampak seperti cincin raksasa di danau, spot selfie dengan menara khusus, serta tempat ikonik bernama Tikungan Mesra. Konon, jika pasangan berfoto di Tikungan Mesra, hubungan mereka akan langgeng hingga kakek-nenek. Syaratnya, pria harus mengenakan topi ulos, dan wanita memakai sortali ulos yang disediakan gratis.

[caption id="attachment_6529" align="alignnone" width="667"]Tikungan Mesra Batu Lihi 1 Salah satu spot foto di Batu Lihi Simalungun.(foto:asmon)[/caption]

Selain panorama menawan, Batu Lihi Star juga dilengkapi fasilitas lengkap seperti minimarket, penginapan, kuliner, serta bebas biaya parkir. Lokasinya di Pematang Tambun Raya, Simalungun, hanya sekitar 30 menit dari Parapat atau Pematangsiantar.

Jangan lupa, di Batu Lihi Star, pesona alam berpadu dengan legenda romantis—tempat ini layak menjadi persinggahan wajib di jalur sejuta pesona.

20. Beragam Pantai Pasir

Dahulu, hampir seluruh tepi Danau Toba berupa pantai pasir putih yang berfungsi untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Seiring waktu, banyak pantai di kawasan tersebut dibangun menjadi hotel dan tempat wisata pantai pasir.

[caption id="attachment_5457" align="alignnone" width="600"]pantai wisata bahari parapat 1 Para pengunjung Pantai Wisata Bahari bermain di pantai.(foto:damayanti)[/caption]

Di Parapat dan Ajibata sekitarnya ada banyak hotel terintegrasi dengan pantai. Misalnya Pantai Wisata Bahari. Ada juga pantai yang dikelola oleh masyarakat.

Kenapa Kamu Harus Eksplor Parapat Ajibata Sekarang?
Karena Parapat dan Ajibata bukan hanya gerbang menuju Pulau Samosir. Mereka adalah destinasi penuh warna, sejarah, budaya, dan keindahan alam yang siap membawamu pulang dengan cerita dan kenangan indah.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

Wednesday, December 11, 2024

Perjalanan Menakjubkan Tamu dari Malaysia ke Danau Toba: Dari Kuala Lumpur ke Pesona Sumatra Utara

  

Perjalanan tamu kami dari Malaysia bernama Zali ke Danau Toba, berlangsung selama empat hari dari 19 November hingga 22 November 2024. Perjalanannya juga direkam dalam channel videonya.

Dengan latar belakang keindahan alam, budaya yang kaya, dan keramahan penduduk lokal, perjalanan ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Hari 1: Dari Kualanamu ke Kebun Teh Sidamanik, Simarjarunjung

Pada hari pertama, Bang Zali tiba di Bandara Kualanamu dan dijemput oleh supir lokal, Abednego. Setelah menikmati makanan halal di sekitar bandara, perjalanan berlanjut menuju Kebun Teh Sidamanik di Kabupaten Simalungun. Tempat ini terkenal sebagai salah satu perkebunan teh terbesar di Indonesia dengan pemandangan hijau yang memukau.

Di perjalanan, Bang Zali sempat singgah di Bukit Simarjarunjung, yang menawarkan pemandangan spektakuler Danau Toba dari ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Hari ditutup dengan makan malam dan briefing singkat tentang kegiatan esok hari.

Hari 2: Menjelajahi Samosir dan Budaya Batak

Bang Zali memulai hari dengan sarapan di SiRulo Homestay, penginapan yang nyaman dengan pemandangan langsung ke Danau Toba. Agenda hari ini mencakup kunjungan ke Kampung Ulos Hutaraja, tempat pengrajin lokal memproduksi kain ulos yang indah, simbol budaya Batak.

Perjalanan dilanjutkan ke Tano Ponggol Bridge, jembatan penghubung Sumatra dengan Pulau Samosir, dan eksplorasi ke Bukit Sibea-bea yang terkenal dengan panorama perbukitan dan patung Kristus. Hari kedua diakhiri dengan petualangan ke Air Terjun Nai Sogop, destinasi tersembunyi yang mempesona dengan air terjun bertingkat dan kolam alami yang jernih.

Hari 3: Bukit Holbung 

Hari ketiga membawa Bang Zali ke Bukit Holbung, yang dikenal dengan hamparan bukit hijau bergelombang dan pemandangan danau yang menakjubkan. Setelah makan siang di sekitar Bukit Holbung, perjalanan berlanjut ke Aek Rangat Pangururan, sumber air panas alami di Samosir. Malam hari diisi dengan barbeque santai di SiRulo Homestay, memberikan waktu untuk bercengkerama atau beristirahat.


Hari 4: Menutup Perjalanan dengan Lintas Danau

Hari terakhir dimulai dengan menyeberang dari Pelabuhan Tomok di Samosir menuju Parapat dengan kapal feri. Perjalanan dilanjutkan ke Bandara Kualanamu melalui jalur tol. Meskipun singkat, perjalanan ini penuh dengan pengalaman yang memperkaya jiwa.

Kenangan yang Berharga

Perjalanan Bang Zali ke Danau Toba adalah contoh sempurna bagaimana alam, budaya, dan tradisi dapat menciptakan petualangan yang tak terlupakan. Danau Toba tidak hanya menawarkan keindahan pemandangan, tetapi juga kehangatan masyarakat lokal dan kekayaan budaya Batak yang autentik.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak Bang Zali, Danau Tobamenanti dengan segala pesonanya!

Hubungi kami di nomor Whatsapp 085297732855

Google Maps

https://g.page/r/CYq2M0iYcNQ2EAI/

Website

https://easygotolaketoba.com

 Whatsapp

https://wa.me/6285297732855?text=Hallo Damayanti..."

 

 

Saturday, March 23, 2024

Wonderful Day Joined Lake Toba Trip with 14 People Guests from Holland and Belgium

NINNA.ID-Since July 2023, many Europeans visit Lake Toba. Until now August 2023, many tour guides especially local guides in Samosir Island, has booked by some tour travel operators.

A tour guide named Daniel Manik told to Ninna,” I got booked by some of the tour travel operators. I was so busy since July bringing European guests. It will continue until September.”

One of the writers in Ninna was invited by Nurdin Nasution to join Lake Toba Trip with 14 guests from Holland and Belgium. Friday 11th, 2023 became a wonderful day.

The trip starts at 09.00 am. We used the boat from Toledo Inn. We visited Sigapiton Village. There we trekked starting from the harbor to a school SD NO 173671 Sigapiton.

During trekking, all that joined the group listened to the explanation about this village. Here is the explanation about this village.

Sigapiton is flanked by two mountains. In Batak or Bahasa Indonesia, we called “digapit or diapit”. That is the reason it was named Sigapiton. This village was in a bay of Lake Toba.

Although it is close to Lake Toba, the people there do not use water from the lake for household.

There are some fountains that flow from the mountain and to be flowed to each house.

TOLEDO INN
14 guests from Holland and Belgium (photo: Damayanti)

We can see the water from the fountains come from an irrigation ditch.

Worthy to be Called a Geopark

“Do you think Lake Toba worthy to be called a Geopark?” asked the guide. Some of the guests who really focusing on listening to the explanation answered,” Yes! Lake Toba is worthy to be called a national Park or Geopark!”

The guide asked the guests,” As we know water usually comes from higher to lower level. Why does water from above never stop flowing? And where does the water come from?


SIGAPITON VILLAGE
The guest seeing the scenery of Sigapiton Village (photo: Damayanti)
 

No one can answer the guide. She (the guide) explains, “The water always flows because there is much water. The mountains are the place to store water.

Mountains save water especially when there is much rain.

Mountains in Sigapiton have forested slopes that absorb the rain like a sponge, allowing it to run downhill gently to the rivers or irrigation ditch, rather than cause devastating floods,”

After the explanation, we passed some of the trees. There are candle nuts, avocados, coffee, corn, peanuts, and other plant. The guide shows and called the name of each of them.

As Lake Toba is situated 3,000 feet or at least 900 m above sea level, there are many trees that can grow here. Palm trees, pine trees, and other unique trees flourish side by side in this temperate paradise.

Visit School

After a long explanation, we arrived at a government school, there we were welcomed by the teacher and kids in the yard. They greet us using English.

It made the 14 guests feel welcome there. Later the kids do the Tor-Tor dance. They also invited all guests to dance.

It was a wonderful day. The kids were very happy especially when they met Tibo and his brother. Tibo, a guest from Holland has a big muscle.

Most of the kids noticed it. They show their muscle to Tibo. Many funny things they did with Tibo. They were having fun together.


DANCING
Kids and the guests dancing together (photo: Damayanti)
 

To Situmurun Waterfall

After spending a few hours in the school, we moved to our boat and we went to Situmurun Waterfall. It took around more than one hour. When we arrived in Situmurun, we have lunch. Then all the guest swam onto the Lake Toba and get close to the waterfall.

Situmurun Waterfall is around 70 meters high. Flanked between Jonggi Ni Huta and Hutanamora village. It is in Lumban Julu district, Toba Samosir.

All the guests felt wonderful seeing the natural spectacular wealth. They really admired the scenery in Situmurun. Finally, we finished our trip. We came back to Toledo Inn. It was a wonderful day joined the Lake Toba trip with 14 guests from Holland and Belgium.

Writer: Damayanti Sinaga who also work as Lake Toba Tour Guide

Travel Guide, The Cheapest Way to Get from Kualanamu Airport to Samosir Island

 NINNA.ID-There are several ways to get from Kualanamu Airport to Samosir Island. But the cheapest one Ninna recommended using a taxi to Kualanamu Airport. There are several taxis served or available at Kualanamu Airport.

The cost to get into a taxi is IDR 150.000 per person. The taxi can load 6 people including the driver. It means for 5 people IDR 750.000.

But just say there are only 1-2 people that are ready to go to Samosir Island. You will need another passenger until it loads 5 passengers from Kualanamu Airport to Samosir Island.

Otherwise, you can book one taxi that cost IDR 750.000. If only 2 people that ready to go and you agree to share IDR 750.000 for both of you. Each of you costs IDR 375.000.

[caption id="attachment_25974" align="alignnone" width="696"]Taksi dari Kualanamu Kualanamu Arrivals Area
Photo: Damayanti[/caption]

The distance between Kualanamu to Samosir Island is 120-130 km.

It takes approximately 4 hour and half to 5 hours to get from Kualanamu Airport (KNO) to Samosir Island, including transfers from Ajibata or Tigaraja Harbour crossing the lake to Samosir Island.

[caption id="attachment_26780" align="alignnone" width="696"]Small Boat in Simanindo Small Boat in Simanindo that bring passangers (photo: Damayanti)[/caption]

There is also another way, from Kualanamu Airport to Samosir Island from Tigaras Harbour. It will be faster or short way rather than from Ajibata or Tigaraja. You will arrive in Simanindo Harbour using Ferry or boat from Tigaras.

For transferring from Ajibata/Tigaraja or Tigaras Harbour crossing the lake to Samosir Island as usual the passengers using small boats for faster. It takes 30 minutes to cross the Lake Toba to the island. The cost of IDR 25.000 per person.

Take Break

As usual, on the way to Tigaraja/Ajibata, the taxi driver will stop in one shuttle stop because they need to take a break for a while in Siantar, depending on the situation.

It is just normal for a long journey the driver and passangers must take a break. But we do not have any obligation to give meals or pay for the driver meal’s because as usual, the driver is responsible for his meal.

As usual, foreigners concentrate located in TukTuk. But, so many homestays, and hotels around Simanindo.

You can ask the tourist information centre which homestay or hotels has staff that speak English so you can do all things you want easily.

[caption id="attachment_26781" align="alignnone" width="696"]Tourist in Hutaraja Tourist in Kampung Ulos Hutaraja, Lumban Suhi-Suhi, Samosir (photo: Damayanti)[/caption]

But if you have difficulty on how to communicate with the hotel staff or the owner of the homestay, feel free to call the Tourist Information Centre telephone number.

[caption id="attachment_10588" align="alignnone" width="696"]Latar Pulau Tulas One of great spot Samosir, Lake Toba (photo: Damayanti)[/caption]

Car Rental to Samosir

If you want to have more space and privacy, you can rent a car to Samosir. But you need to do research first to find the best company for you. Or you can order the car when you arrive in Kualanamu Airport.

[caption id="attachment_26782" align="alignnone" width="696"]Manggo in Samosir One of famous fruits originality from Samosir is this manggo (photo : Damayanti)[/caption]

The comparison. It must be cheaper using a taxi rather than rent a car. If we rent a car, it will cost more expensive. A day for rent is around IDR 350.000+ the wage of the driver is IDR 300.000+ fuel maybe cost IDR 200.000 + the driver might be asking us for cigarettes and food/meals every day if he follows us to Lake Toba.

[caption id="attachment_6604" align="alignnone" width="535"]Samosir 6 Buffalo is one of biggest livestock in Lake Toba. (photo:damayanti)[/caption]

It will cost more than IDR 1.000.000/day. We also must give a down payment to the owner of the company by transferring before the driver picks you up. So, which do you prefer? Using using taxi or rent a car?

If you need assitance, feel free to contact me for more information +62 852 9773 2855

[caption id="attachment_29346" align="alignnone" width="1280"]Damayanti Sinaga People from Belgium visited Samosir Island[/caption]

Writer: Damayanti Sinaga that also work as Lake Toba Tour Guide

Thursday, March 21, 2024

Samosir Adventure Package 3 Hari 2 Malam


Penjemputan di Pelabuhan Tomok/Simanindo/Ambarita

Hari

Aktivitas

Tempat/Orang

Hari Pertama

Penjemputan menggunakan mobil dari Pelabuhan (Tomok/Simanindo/Ambarita)

Di Pelabuhan. Dipandu oleh supir dan pemandu wisata

 

Tiba di Homestay Jabu Sirulo dan berikut kegiatannya:

-         Tiba di Homestay Jabu Sirulo dan melakukan sejumlah aktivitas

-         Berenang di Danau Toba karena Homestay SiRulo ada pantainya.

-         Berkano. Homestay SiRulo memiliki beberapa kano. Jadi, seluruh tamu bisa bersantai sambil bermain kano di Danau Toba (tidak termasuk dalam paket). Tamu dapat memilih. Tarif sewa Kano per jam Rp 50.000

-         Barbekyu. Para tamu juga punya pilihan apakah ingin memesan paket panggangan. Homestay SiRulo bersedia menyediakan ikan segar, daging, dan segala fasilitas untuk Barbekyu (tidak termasuk dalam paket). Harga paket Barbekyu Rp 75.000/orang

-         Tamu berbagi kamar. 1 kamar untuk 2 orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Homestay Jabu SiRulo

Hari Kedua

Sarapan pagi dari Homestay Jabu SiRulo

 

Tamu dapat memilih 2 tempat untuk dikunjungi yaitu tempat wisata budaya atau alam

 

Rekomendasi

Kampung Ulos Hutaraja untuk melihat wanita Batak menenun.

 

Kampung Ulos Hutaraja, merupakan salah satu situs Warisan Dunia yang wajib Anda kunjungi, apalagi jika Anda berkunjung ke Pulau Samosir. Geopark Danau Toba dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia.

 

Salah satu alasan UNESCO memasukkan Geopark Danau Toba adalah kita masih bisa melihat kekayaan budayanya.

 

Kampung Ulos Hutaraja merupakan salah satu kampung yang terkenal di Pulau Samosir.

 

Kampung dalam bahasa Indonesia berarti desa. Ulos adalah kain tradisional Batak. Desa ini terkenal sebagai pusat pembuatan Ulos Batak Toba dan Karo.

 

Sarapan pagi dari Homestay Jabu SiRulo

 

Tamu dapat memilih 2 tempat untuk dikunjungi yaitu tempat wisata budaya atau alam

 

Bukit Holbung

 

Bukit Holbung terkenal dengan bukit-bukitnya yang seolah membentang tak berujung.

 

Bukit-bukit ini diselimuti Danau biru, menciptakan pemandangan yang damai dan indah yang sempurna bagi mereka yang mencari ketenangan.

 

Pemandangan panorama dari puncak bukit sungguh menakjubkan, menjadikannya tempat ideal bagi para fotografer dan pecinta alam.

 

Bagi pendaki gunung atau sekadar mencari tempat peristirahatan yang damai, perbukitan Bukit Holbung yang hijau pasti akan memikat hati Anda.

 

Makan siang tidak termasuk dalam paket: Semua tamu bertanggung jawab membayar pesanannya.

 

Tur akan selesai sekitar jam 5 sore. Semua tamu harus kembali menginap di Homestay Jabu SiRulo. 1 kamar untuk 2 orang.

 

 

 

 

 

 

Tur bersama Damayanti Sinaga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari Ketiga

Sarapan pagi dari Homestay Jabu SiRulo

 

Tamu dapat memilih 2 tempat untuk dikunjungi yaitu tempat wisata budaya atau alam

 

Rekomendasi

 

Bukit Sipira Nagugun

 

Samosir punya banyak spot foto keren. Hampir setiap jengkal Samosir menjadi tempat yang bagus untuk mengambil foto. Kini telah muncul spot foto baru yang bisa membuat Anda benar-benar terkagum-kagum dengan Sang Pencipta.

 

Bagaimana bisa? Di Dolok Sipira Nagugun Anda bisa melihat Danau Toba secara luas. Bayangkan Anda berada di puncak amfiteater.

 

Dari Bukit Sipira kita berhadapan langsung dengan Desa Sigapiton dan Desa Sirungkungon di Kabupaten Toba.

 

Pasar Tradisional Tomok

 

Tomok adalah tujuan populer bagi wisatawan. Kota ini memiliki situs bersejarah, termasuk makam Raja Sidabutar dan Museum Batak.

 

Museum ini menyimpan koleksi artefak, pakaian tradisional, dan peninggalan dari masa lalu Batak, memberi Anda wawasan lebih dalam tentang warisan mereka.

 

Makan siang tidak termasuk: Semua tamu bertanggung jawab membayar pesanannya

 

Pukul 14.00 tur akan selesai dan para tamu dapat berangkat menuju Pelabuhan.

 

Sopir kami akan membawa semua tamu untuk menuju Pelabuhan baik di Pelabuhan Tomok atau Pelabuhan Simanindo.

 

 

 

 

Tur bersama Damayanti Sinaga

 

 

 

 

 

 

 

PIC EasyGoto Tour Travel: Damayanti Sinaga

Contact: +62 852 9773 2855

Email: damayantisinaga0@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Kampung Ulos Hutaraja

 

 

 

Bukit Holbung

Bukit Sipira/Sipira Hill

 

Pasar Tomok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain yang disebutkan, berikut objek wisata lain di Samosir.

 

Samosir Pilihan Terbaik bagi Kamu Berpetualang Jelajahi Eksotisme Danau Toba




Danau Toba sangat luas. Terdiri dari 8 kabupaten. Jika kamu hanya punya libur dua hari rasanya tak cukup untuk eksplorasi banyak hal di Danau Toba. Jika kamu berjiwa petualang maka Samosir yang terbaik untuk kamu jelajahi eksotisme Danau Toba.

Tujuh kabupaten lainnya juga menawarkan hal yang sama. Hanya, jika kamu ingin dapat pengalaman banyak dalam waktu singkat maka Samosir pilihan terbaik buatmu.

Ini bukan sekadar promosi Samosir belaka. Sejumlah teman dan tamuku juga menyatakan hal serupa.

Mereka mengatakan Samosir destinasi super lengkap. Beberapa di antaranya pengakuan dua wanita yang bekerja di sebuah organisasi kemanusiaan di Jakarta.

Di awal mereka sudah rencanakan liburan 3 hari 2 malam di Parapat. Akan tetapi, setelah mereka tiba di Parapat mereka berubah pikiran. Bisa jadi karena mereka ingin melihat seperti apa Samosir itu.


Kegiatan di Danau Toba 

Sekalipun sudah terlanjur membayar lunas kamar untuk dua malam, mereka berdua memutuskan untuk eksplor Samosir 2 hari 1 malam.


PANATAPAN SINAPURAN 
Panatapan Sinapuran Simanindo yang mereka singgahi selama di Samosir (foto: istimewa)[/caption]

Hari pertama mereka tiba di Parapat mereka istirahat karena tiba sudah sore. Esok paginya mereka mengeksplor Bukit Senyum di Motung Ajibata dan The Kaldera di Sibisa.

Di siang hari mereka mengeksplor Samosir berangkat dari Pelabuhan Kapal Kayu Tigaraja menuju Homestay Jabu SiRulo Samosir.

Sebelum tiba di penginapan, mereka sangat menikmati bersepeda motor yang juga ku awasi dari kaca spion sepeda motorku.

Ku ajak singgah ke Panatapan Sinapuran Simanindo. Saat itu memang cukup terik dan ada pengunjung selain kami.

Dari raut wajah mereka aku perhatikan mereka kagum melihat pemandangan di depan mereka.

Tak lama kemudian ku ajak turun menuju kampung tidak jauh dari Panatapan Sinapuran.

Warga setempat ramah dan mengizinkan kami untuk melihat-lihat, mengambil foto Rumah Batak.

[caption id="attachment_29147" align="alignnone" width="1280"]Panatapan Sinapuran Simanindo Deretan Rumah Batak yang terlihat dari Panatapan Sinapuran Simanindo (foto: Damayanti)[/caption]

Di kesempatan itu, aku jelaskan ke kedua wanita ini mengapa Rumah Batak bentuknya layaknya perahu. Mengapa ada patung kepala kerbau atau ukiran cicak di hampir tiap ukiran Rumah Batak.

Usai dari Panatapan Sinapuran lalu kami pun beranjak menuju Homestay Jabu SiRulo. Hanya sebentar istirahat. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Bukit Burung.

Karena salah satu dari mereka ku amati sangat kuat secara fisik dan tampaknya senang eksplorasi alam, ku putuskan bawa mereka ke Bukit Burung.

Tepat tebakanku! Keduanya sangat jatuh hati dengan spot ini.

Tiap kesini bawa kawan atau tamu aku biasanya hanya duduk memandang Danau Toba yang begitu memukau.

Senang saja duduk sampai bahkan berjam-jam sembari menikmati cemilan atau minuman.
Tapi bersama kedua wanita ini aku harus menjawab tantangan untuk trekking.

Kami trekking sampai 15 menit di jalur yang belum lama ini dibuka. Foto bisa menunjukkan jalur yang kami lalui.

Berulang kali mereka mengambil foto dari berbagai sudut dan berbagai pose.

Sekalipun akses ke Bukit Burung ada yang tidak begitu bagus mereka tampak sangat menikmati senja saat itu.

Bahkan berencana untuk camping di sana kelak jika kembali lagi ke Samosir.
Dari Bukit Burung kami turun menuju Pemandian Aek Rangat.

Hari itu karena hari libur, Pemandian Aek Rangat padat. Kami memutuskan untuk memilih tempat yang tidak begitu padat pengunjung.

Tapi sama saja, di tiap tempat nyaris sama padatnya.

Sembari menikmati berendam di Aek Rangat aku pun cerita tentang luar biasanya Danau Toba yang memiliki banyak hal untuk bisa dinikmati.

Tidak hanya air tawar Danau Toba, gunungnya menghasilkan air panas yang dapat menyembuhkan beragam penyakit kulit.

Dari Aek Rangat kami juga singgah untuk berburu oleh-oleh di Pusat Oleh-Oleh di Pangururan. Setelahnya kami kembali ke Homestay Jabu SiRulo.

Keesokan paginya, kegiatan mereka dilanjutkan dengan olahraga mengayuh perahu Kano.

[caption id="attachment_30360" align="alignnone" width="1920"]NAIK KANO di sirulo Kedua tamu mendayung perahu Kano di Danau Toba di Pantai SiRulo (foto: Damayanti)[/caption]

Mereka sangat menikmati mengayuh perahu Kano hingga jauh dari pandangan mataku.

Rasanya mereka sudah terbiasa mengayuh perahu Kano.

Seusai menikmati mengayuh perahu Kano, mereka pun sarapan dan siap-siap untuk kembali ke Parapat lalu menuju Kualanamu.

[caption id="attachment_30361" align="alignnone" width="571"]MIE GOMAK DI SIRULO Menu sarapan di Homestay Jabu SiRulo (foto: istimewa)[/caption]

Setelah tiba Kualanamu dan bahkan tiba di Jakarta, mereka mengatakan mereka tidak menyesal telah memutuskan untuk ganti rencana perjalanan mendadak.

[caption id="attachment_30362" align="alignnone" width="571"]SARAPAN DI SIRULO Menu sarapan di Homestay Jabu SiRulo (foto: istimewa)[/caption]

Sekalipun mereka terlanjur bayar kamar untuk 2 malam di Parapat dan terpaksa harus mengeluarkan uang tambahan untuk kamar di homestay, menyebrang dan rental sepeda motor, mereka puas.

[caption id="attachment_30366" align="alignnone" width="571"]Pemanandangan di Pantai SiRulo Pemanandangan di Pantai SiRulo[/caption]

Mereka puas bisa nikmati petulangan jelajahi eksostisme Danau Toba.

Mereka mengatakan dari tiga kabupaten yang mereka lintasi Simalungun, Toba dan Samosir, pilihan terbaik mereka adalah Samosir.

[caption id="attachment_30363" align="alignnone" width="1600"]GISELE Ayu dari Jakarta Kedua tamu dari Jakarta tiba di Kualanamu dan menyatakan sangat menyukai Samosir (foto: istimewa)[/caption]

Samosir menyuguhkan paket lengkap bagi mereka berdua yang senang berpetualang.

Bisa eksplorasi Rumah Batak di Sinapuran Simanindo, trekking ke Bukit Burung, berendam di Aek Rangat Pangururan, mendayung perahu Kano di Pantai SiRulo dan menikmati menjelajahi Samosir dengan bersepeda motor. Mereka rasa itu sangat seru dan pengalaman tak terlupakan!

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

Kampung Girsang: Where Nature, Culture and Village Life Come Alive

  Just a few minutes from Parapat and Lake Toba, there is a village where you can slow down, walk through rice terraces, meet local farmers,...